Bagi sebagian orang, akuntabilitas dalam bisnis mungkin terdengar seperti konsep formal yang hanya berlaku di level manajemen atau sistem organisasi. Tapi di tangan Yulius Pratama Soeharto, atau Coach Jule, akuntabilitas bisa dikenali lewat cara orang bermain.
Dalam salah satu sesi pelatihannya, peserta diminta membangun bentuk bebek dari enam keping Lego dalam waktu satu menit. Terlihat sederhana, tapi justru dari permainan itulah ia bisa melihat bagaimana seseorang berpikir, bertindak, dan menyelesaikan tanggung jawab.
Coach Jule adalah pendiri Bravo Sinergi Solusi, perusahaan pelatihan yang ia dirikan pada 2015. Dengan latar belakang psikologi, ia mengembangkan pendekatan unik bernama playonality, yaitu menggabungkan aspek permainan dan kepribadian sebagai alat untuk membaca perilaku kerja dan membangun koordinasi tim yang sehat.
Dalam podcast bersama Red Podcast BNI, ia berbagi bagaimana metode ini membuka banyak hal yang tak bisa ditangkap hanya lewat kata-kata.
Melihat Akuntabilitas dari Hal Kecil
LEGO Serious Play yang digunakan Coach Jule bukan sekadar aktivitas pengisi waktu. Ini adalah alat bantu yang memetakan proses berpikir dan sikap seseorang dalam waktu singkat. Ia percaya bahwa akuntabilitas dalam bisnis bisa dikenali dari keputusan-keputusan kecil, dan bagaimana seseorang menyikapi tekanan.
“Apapun yang ada di bayangan Ibu untuk bikin bebek, itu tertuang dari bentuk Legonya dengan gerakan tangannya tadi,” jelasnya. Dalam contoh lain, ia pernah menghadapi peserta pelatihan yang mencoba “curang” dengan hanya memegang satu bentuk dan berpura-pura membuat beberapa. “Dia korupsi waktu. Kalau hal kecil aja enggak bisa dipercaya, yang besar gimana?”
Coach Jule menekankan bahwa akuntabilitas bukan sesuatu yang diajarkan lewat teori, tapi dilihat dari tindakan nyata. Sikap jujur, komitmen terhadap waktu, dan kemampuan menyelesaikan tugas jadi indikator utama.
Hal-hal inilah yang ia bawa ke BNI saat membentuk chapter baru sebagai Launch Director. Aktivitas seperti membuat bebek dari Lego menjadi titik awal untuk mengenali karakter, pola kerja, dan potensi anggota dalam berkolaborasi.
Menerapkan Nilai Akuntabilitas di Jaringan Bisnis

Selama lebih dari empat tahun aktif di BNI, Coach Jule merasakan sendiri bagaimana budaya akuntabilitas menjadi pembeda. Weekly meeting, sistem referral, one-to-one, dan kegiatan lainnya membentuk struktur disiplin yang dapat membantu pertumbuhan bisnis sekaligus mengasah kepribadian.
Ia bahkan mengadopsi beberapa prinsip BNI ke dalam budaya internal Bravo. “Kami pakai core values, weekly meeting, dan membentuk power team juga. Bahkan saya libatkan tim saya dalam aktivitas chapter, supaya mereka juga terhubung dengan ekosistem yang mendorong pertumbuhan,” ujarnya.
Yang menarik, Coach Jule juga membuka peluang kolaborasi dengan member lain. Ia pernah mengisi 12 bulan sesi pelatihan bersama klien dengan dukungan narasumber dari komunitas BNI. Dengan begitu, Bravo tidak hanya berdiri sendiri, tapi tumbuh sebagai jaringan kolaboratif yang kuat.
Saat Integritas Jadi Bekal Utama
Bagi Coach Jule, akuntabilitas dalam bisnis adalah fondasi dari kredibilitas dan kunci terbentuknya kepercayaan yang berkelanjutan. Ia percaya bahwa siapa pun yang mampu konsisten dalam tindakan, sekecil apa pun, pasti akan dikenal sebagai orang yang bisa diandalkan. “Being accountable means kita tuntaskan apa yang dipercayakan sama kita,” tegasnya.
Ia juga menyebut positive attitude sebagai nilai yang paling ia pegang. Bukan hanya cara berpikir, tapi juga perasaan dan tindakan yang selaras. “Positive thinking doang nggak cukup kalau dalam hati kita menolak,” ucapnya.
Dari permainan bebek, interaksi dalam tim, hingga relasi profesional di BNI, Coach Jule menunjukkan bahwa akuntabilitas dibangun dari hal-hal sederhana yang bisa dilakukan secara konsisten. Bukan tentang seberapa rumit sistemnya, tapi seberapa bisa seseorang dipegang kata-katanya.
Jika Anda ingin melihat bagaimana penerapan metode LEGO Serious Play dilakukan secara lebih mendalam, Anda bisa menonton langsung podcast-nya. Di sana, Coach Jule akan menunjukkan prosesnya bagaimana teknik ini membantu membaca akuntabilitas seseorang dalam konteks profesional.